SEJARAH, PENGERTIAN DAN 7 PRINSIP DESAIN INTERIOR

SEJARAH, PENGERTIAN DAN 7 PRINSIP DESAIN INTERIOR. Desain Interior adalah sebuah perencanaan tata letak dan perancangan ruang dalam di dalam bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar manusia akan naungan dan perlindungan, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi pandangan, suasana hati dan kepribadian penghuni. Oleh karena itu tujuan dari perancangan interior adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior.

Dari pengertian di atas, dapat dirumuskan bahwa desain interior merupakan seni dan ilmu untuk memahami kebiasaan manusia di dalam ruang dengan tujuan untuk menciptakan ruang yang fungsional didalam struktur bangunan yang dirancang oleh seorang arsitek.

Dalam hal ini saya akan mulai rajin ngeposting sesuatu yang berhubungan dengan interior sehubungan dengan semakin meningkatnya kebutuhan modern di kota-kota besar seperti jakarta, semarang, surabaya dll yang berhubungan dengan Interior. Meskipun bukan berasal dari jurusan Desain Interior, tapi saya sangat tertarik dengan dunia ini karena saya paham betul akan perjalanan sistem dari mulai desain sampai finalis produk ke customer, dan semoga tetap abadi selamanya. Amiin.

Jadi, apa yang harus saya lakukan demi usaha saya ini?

Baca Tentang Q Interior & Arch

Kenal Interior !!

Yap! Tak kenal maka tak sayang…So, let’s take a look apa info yang bisa diperoleh di postingan ini, mungkin ga akan selengkap kalau baca langsung dari buku-buku literatur interior, tapi mudah-mudahan dapat sedikit menggambarkan 😀

   SEJARAH, PENGERTIAN DAN 7 PRINSIP DESAIN INTERIOR

Tidak diketahui secara pasti darimana sejarah desain interior dimulai. Akan tetapi dengan begitu banyaknya ditemukan bukti-bukti besar yang menunjukkan keberadaan dari penerapan ilmu desain interior di sepanjang sejarah peradaban manusia, maka sejarah desain interior dapat dilacak keberadaannya. Artefak-artefak yang ditemukan merupakan gambaran riil dari peradaban saat itu. Dari sini terlihat bahwa setiap kebudayaan memiliki pola perkembangan yang masing-masing berbeda. Setiap peradaban mengembangkan seni arsitektur, gaya furnitur dan asesoris ruang berdasarkan ketersediaan bahan di wilayah geografis masing-masing atau didapatkan dari perdagangan dan tersedianya tenaga kerja yang murah (Dwi Retno Sri Ambarwati, S.Sn). Bahkan menurut saya sejarah interior sudah dimulai sejak manusia menggambar pada dinding goa untuk memperindah tempat tinggalnya, betul tidak?

Pengertian desain interior dikemukakan oleh D.K. Ching (2002:46) sebagai berikut:

Interior design is the planning, layout and design of the interior space
within buildings. These physical settings satisfy our basic need for
shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of
our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which
accompany our action, they affect our outlook, mood and personality.The
purpose of interior design , therefore, is the functional improvement,
aesthetic enrichment, and psychological enhancement of interior space.

7 Prinsip Desain Interior 

1.Unity and Harmony

Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasislkan komposisi yang seimbang.

2.Keseimbangan (Balance)

Sesuai dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb. Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.

Style keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial

Keseimbangan Simetris:

Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual karena terkesan “terlalu direncanakan”. Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan keseimbangan formal.

Keseimbangan Asimetris:

Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb. Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan keseimbangan informal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keseimbangan Radial:

Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.


3. Focal Point

Focal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih, tapi jangan semua. Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.

4. Ritme

Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir. Bingung? Mungkin gambar-gambar di bawah dapat membantu 🙂

SEJARAH, PENGERTIAN DAN 7 PRINSIP DESAIN INTERIOR

Perhatikan, efek visual yang diberikan wallpaper memberikan nuansa yang berbeda.

5. Details

Yang namanya detail disini kalau dijabarkan bisa panjang banget. Mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dlsb. Detail biasanya  tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.

6. Skala dan Proporsi

Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep keseimbangan dan aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa, namun kali ini lebih kepada ukuran. Misalnya ukuran kursi tamu dan meja tamu yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi, maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut. Kira-kira seperti itulah….

7. Warna

Yang ini sih ga usah diragukan lagi memegang peranan penting dalam menghasilkan nuansa dan mood suatu ruangan.

Modern interior of a hall

d13564c2a7a0e5c9f09bccaa61f9bd7d

67aca88e94f541ca20938b311d36a9c9

yellow room

 

(dari berbagai sumber)