Scandinavian, Desain Interior yang Memadukan Tema Alam

Scandinavian interior memiliki beberapa elemen utama yang menjadi ciri khasnya. Bagi kamu yang tertarik mendesain rumah dengan gaya ini, simak penjelasannya di sini ya!

Scandinavian atau disebut juga skandinavian merupakan gaya desain yang menerapkan konsep sederhana sekaligus elegan. Desain ini terinspirasi dari alam dan iklim di bagian Eropa Utara atau yang dikenal dengan sebutan Nordik.

Negara-negara yang termasuk dari kawasan Nordik antara lain: Swedia, Finlandia, Greenland, Islandia, Svalbard, Denmark dan Norwegia.

sumber: unsplash.com

Sebagai acuan, berikut keterangan singkat tentang ciri khas skandinavian.

  • Memiliki banyak bukaan untuk memanfaatkan sumber pencahayaan alami selain lampu.
  • Mengutamakan furnitur yang sederhana dan fungsional.
  • Penggunaan warna-warna natural, seperti putih, krem, cokelat muda dan abu-abu.
  • Model furniturnya ramping dan sederhana.

Lalu apa saja sih, elemen utama dari desain skandinavia?
Berikut adalah 7 elemen utama yang menidentifikasi desain interior skandinavia:

Material Kayu

sumber: freepik.com

Kayu merupakan material yang sering digunakan sebagai bahan utama dalam membangun sebuah rumah dengan gaya Scandinavia. Bukan hanya untuk bangunan rumah, kayu juga mendominasi furnitur yang digunakan pada rumah. Kayu biasanya digunakan sebagai material untuk atap dan dinding rumah. Kayu dapat memberikan kesan hangat, homey, dan alami untuk rumah pribadi.

Material kayu yang digunakan biasanya tidak di-finishing. Kayu lebih baik dibiarkan alami, asli, tidak dipoles, sehingga penghuni rumah dapat menikmati keindahan yang terdapat dalam material kayu. Pada desain gaya Scandinavia, material kayu biasanya dipadukan dengan warna-warna yang lembut, monokrom dan tidak mencolok.

Lantai Kayu

sumber: freepik.com

Ciri khas dari gaya Scandinavia adalah penggunaan lantai kayu. Kayu yang digunakan untuk lantai cenderung memiliki warna pucat atau gelap. Sebaiknya gunakan lantai kayu untuk seluruh ruangan rumah kecuali pada kamar mandi atau area basah lainnya.

Warna Natural

sumber: freepik.com

Warna yang sering digunakan pada desain gaya Scandinavia adalah putih, abu-abu, biru, dan krem. Saat ini sudah banyak berkembang penggunaan warna natural lain yang lebih cerah. Hal ini bertujuan untuk membuat ruangan terasa lebih luas, cerah, dan memberikan suasana yang lebih hidup.

Warna-warna natural ini telah menjadi trademark tersendiri dari desain Scandinavia dan menjadi salah satu daya tarik utama.

Mengoptimalkan Fungsi

sumber: freepik.com

Fungsi merupakan elemen terpenting dalam desain gaya Scandinavia. Rumah yang nyaman adalah rumah yang terbuka, sejuk, dan memungkinkan pemiliknya untuk hidup dengan mudah. Interior gaya Scandinavia menitikberatkan pada fungsi untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh penghuni rumah sehingga penataan ruang lebih banyak didesain agar tidak menyulitkan gerak pemilik rumah. Dengan demikian, orang yang berada di dalamnya akan merasa nyaman dan betah di rumah.

Selain itu, tren rak dinding bertingkat terbuka dan berukuran besar juga menjadi karakteristik utama desain ini. Entah di dapur atau ruang tamu, rak terbuka dapat memamerkan lebih banyak lagi gaya Anda. Namun, Anda tetap harus menatanya dengan indah. Rak tidak hanya digunakan untuk memajang buku, tetapi juga beberapa karya seni, aksesoris, dan peralatan dapur.

Bila anda belum mampu membuat rak terbuka dan ruang penyimpanan perabotan dapur, anda bisa menyerahkannya kepada jasa interior. Salah satunya adalah Q Interior sebagai jasa kitchen set semarang.

Furnitur Minimalis

sumber: freepik.com

Furnitur gaya Scandinavia pasti sangat memperhatikan detail dan menggunakan bahan berkualitas tinggi. Ciri lain dari interior desain gaya Scandinavia adalah bentuknya yang minimalis dan dilambangkan dengan motif garis. Bentuk yang sederhana dan tegas ini juga direpresentasikan dalam desain arsitektur dan furnitur yang ada di dalam rumah.

Furnitur gaya Scandinavia sangat cocok dengan urban style (interior gaya urban). Interior urban lebih dinamis dengan model furnitur yang ramping, sama seperti dengan furnitur Scandinavia. Meskipun terkesan minimalis, furnitur Scandinavia punya nilai seni yang tinggi.

Jendela Besar dan Space Lain yang Membuat Banyak Cahaya Masuk

sumber: freepik.com

Jendela yang besar sangat digemari oleh orang Scandinavia. Hal ini mungkin disebabkan oleh sedikitnya sinar matahari saat musim dingin. Jendela besar dari lantai hingga atap rumah banyak digunakan agar sinar matahari natural dapat masuk ke dalam rumah dengan sempurna. Dengan ini, Anda juga dapat menghemat energi dengan tidak menggunakan lampu pada siang hari.

Menambahkan Elemen Alam ke Dalam Rumah

sumber: freepik.com

Orang Scandinavia sangat menyukai alam. Mereka senang sekali melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam, seperti bersepeda, hiking, dan berenang. Mereka selalu menyempatkan waktu untuk menghabiskan waktu di luar rumah. Saat musim dingin mereka tidak bisa menikmati alam seperti pada musim panas. Maka, mereka berusaha memasukkan unsur alam ke dalam rumah. Contohnya dengan menambahkan tanaman dan furnitur yang meniru alam seperti serat kayu.

Jendela besar selain memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam rumah juga dapat mengintegrasikan area luar ke dalam rumah. Jendela ini juga tidak dilapisi tirai yang terlalu dekoratif, tetapi hanya menggunakan tirai putih yang terlihat bersih dan rapih.

Wujudkan Rumah Impianmu Bersama Kami