Dapur Impian Tanpa Over Budget? Pelajari Dulu Materialnya, Yuk!

Bahan kitchen set  memiliki sangat banyak variasi yang sering membuat bingung untuk memilih mana bahan yang tepat. Menggunakan bahan kitchen set yang tepat tentu akan membuat dapur Anda lebih berkualitas, ketahanan dapur terjaga dan yang paling penting, sesuai dengan budget Anda.

Faktor ketahanan ini menjadi penting saat Anda akan memilih bahan untuk mewujudkan dapur ideal Anda. Kerusakan-kerusakan yang terjadi malah  akan membuat penghemat yang dilakukan di awal menjadi sia-sia karena Anda harus mengeluarkan biaya perbaikan.

Nah, untuk menghindari hal-hal tesebut, Anda bisa menyimak artikel ini hingga selesai untuk mengetahui bahan apa saja yang cocok untuk pembuatan kitchen set berdasarkan fungsi dan komponennya!

Kabinet

Untuk kabinet kitchen set ada banyak variasi, mulai dari kayu solid, kayu olahan, stainless steel hingga UPVC. Hanya saja kayu olahan seperti multipleks atau plywood masih menjadi primadona.

Mengapa? Seperti yang pernah di bahas di (link), bahwa Plywood memiliki ketahanan yang kuat dan hampir mendekati kayu solid, namun dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Kayu olahan lain seperti MDF juga bisa digunakan, yang paling penting adalah ketahanannya terhadap kelembaban agar tidak mudah rusak.

Sedangkan UPVC atau Unplasticized Polyvinyl Chloride, bahan baru yang sedang naik daun ini merupakann hasil modifikasi campuran dari PVC dengan cairan kimia stabilizer sehingga dapat menghasilkan bahan kitchen set yang kokoh dan tahan terhadap paparan sinar matahari dan hujan. Selain itu, bahan ini digadang-gadang dapat menggantikan kayu solid karena memiliki ketahanan yang sama, namun dengan harga yang relatif lebih murah. Selain itu, bahan ini juga anti rayap dan lebih ramah lingkunan karena bisa mengurangi penebangan pohon di hutan.

Pelapis Kabinet

Tapi belum selesai sampai disitu, ada tahap finishing yang masih harus dilakukan. Tahap ini dilakukan agar kabinet dapur terlihat lebih menarik. Bahan kitchen set untuk finishing ini juga memiliki variasi yang sangat banyak berdasarkan jenis material kabinet.

Untuk kabinet dengan material kayu olahan, pelapis yang paling sering digunakan adalah HPL atau High Pressure Laminate. Bahan kitchen set ini merupakan bahan yang paling dikenal karena pemasangannya yang mudah danĀ  praktis. Selain itu HPL memiliki variasi motif yang sangat beragam. Tak hanya HPL, Anda juga dapat menggunakan cat duco untuk menampilkan warna-warna solid.

Lain halnya jika anda menggunakan kayu solid. Anda bisa menggunakan finishing melamik yang mampu menonjolkan serat dan warna kayu sehingga dapur Anda dapat terlihat lebih elegan.

Engsel Kabinet

Selain material utama dan finishing, ada hal penting lain yang harus diperhatikan. Engsel merupakan alat utama yang penting agar kabinet dapat digunakan dengan baik. Dari berbagai jenis engsel, engsel kupu-kupu dan engsel sendok merupakan pilihan yang tepat. Engsel ini dapat menopang bentuk dan ukuran kabinet.

Table Top

Untuk bagian ini, gunakan material yang tahan pans, goresan dan tidak mudah menyerap noda dan minyak. Bahan-bahan yang paling umum digunakan sebagai pelapisĀ  table top seperti stainless steel, kayu dan kaca ini sebenarnya tidak memenuhi kriteria ideal tersebut. Ketiga bahan kitchen set ini sangat mudah tergores dan tidak terlalu tahan panas sehingga daya tahannya tidak sekuat solid surface, granit, marmer ataupun quartz stone.

Meskipun relatif mahal, namun segala aktivitas di dapur lebih banyak di lakukan di atas table top ini. Sehingga tidak ada salahnya untuk sedikit berinvestasi di table top ini. Namun, dari keempat bahan tadi, solid surface memiliki harga yang lebih rendah. Selain itu bahan kitchen set ini juga fleksibel dan memiliki hasil finishing yang halus karena sambungan materialnya tidak terlihat.

Backsplash

Seperti namanya, area ini sangat rentan terkena cipratan minyak dan noda saat memasak. Untuk itu dibutuhkan material yang dapat dengan mudah dibersihkan. Karena itu lah, keramik dan tegel menjadi bahan yang paling umum digunakan. Meski begitu, tetap ada kelemahan dan kelebihan masing-masing material.

Keramik cenderung memiliki ketebalan yang lebih tipis, sehingga rentan pecah saat pemasangannya. Sedangkan tegel lebih tebal, namun terkadang ukurannya kurang presisi karena dibuat dengan cara yang konvensional. Selain itu, harga tegel cenderung lebih mahal dibanding keramik.

Setelah membaca artikel di atas, Anda tentu sudah memiliki sedikit pandangan terhadap material-material yang akan digunakan, bukan? Tapi tentu saja, konsultasikan dengan konsultan interior atau dengan desainer interior terlebih dahulu, ya!